STANDAR KOMPETENSI : Membaca
1. Memahami novel dari berbagai angkatan
Kompetensi dasar :
- Mengidentifikasi kebiasaan, adat, etika yang terdapat dalam buku novel angkatan 20-30 an
- Membandingkan karakteristik novel angkatan 20-30 an
NOVEL
- A. Pengertian novel
Novel adalah bentuk sastra yang paling popular di dunia. Bentuk sastra ini paling banyak dicetak dan paling banyak beredar, lantaran daya komunitasnya yang luas pada masyarakat (Jakob Sumardjo Drs).
Novel adalah bentuk karya sastra yang di dalamnya terdapat nilai-nilai budaya social, moral, dan pendidikan (Dr. Nurhadi, Dr. Dawud, Dra. Yuni Pratiwi, M.Pd, Dra. Abdul Roni, M. Pd).
Novel merupakan karya sastra yang mempunyai dua unsur, yaitu : undur intrinsik dan unsur ekstrinsik yang kedua saling berhubungan karena sangat berpengaruh dalam kehadiran sebuah karya sastra (Drs. Rostamaji,M.Pd, Agus priantoro, S.Pd).
Novel adalah karya sastra yang berbentuk prosa yang mempunyai unsure-unsur intrinsik(Paulus Tukam, S.Pd)
- B. Unsur-unsur yang terkandung di dalam novel
Unsur Intrinsik
- Tema merupakan ide pokok atau permasalahan utama yang mendasari jalan cerita novel(Drs. Rustamaji, M.Pd, Agus priantoro, S.Pd)
- Setting merupakan latar belakang yang membantu kejelasan jalan cerita, setting ini meliputi waktu, tempat, sosial budaya (Drs, Rustamaji, M.Pd, Agus Priantoro, S.Pd)
- Sudut pandang dijelaskan perry Lubback dalam bukunya The Craft Of Fiction (Lubbock,1968).
- Sudut pandang dijelaskan perry Lubback dalam bukunya The Craft Of Fiction (Lubbock,1968).
- Alur / plot merupakan rangkaian peristiwa dalam novel. Alur dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu alur maju (progresif) yaitu apabila peristwa bergerak secara bertahap berdasarkan urutan kronologis menuju alur cerita. Sedangkan alur mundur (flash back progresif) yaitu terjadi ada kaitannya dengan peristiwa yang sedang berlangsung (Paulus Tukan, S.Pd)
- Penokohan menggambarkan karakter untuk pelaku. Pelaku bisa diketahu karakternya dari cara bertindak, ciri fisik, lingkungan tempat tinggal. (Drs.Rustamaji,M,Pd, Agus Priantoro, S.Pd)
- Gaya Bahasa Merupakan gaya yang dominant dalam sebuah novel (Drs.Rustamaji, M,Pd, Agus Priantoro, S.Pd)
Unsur Ekstinsik
Unsur ini meliputi latar belakang penciptaan, sejarah, biografi pengarang, dan lain – lain, di luar unsur intrinsik. Unsur – unsur yang ada di luar tubuh karya sastra. Perhatian terhadap unsur – unsur ini akan membantu keakuratan penafsiran isi suatu karya sastra (Drs. Rustamaji, M,Pd, Agus Priantoro, S.Pd).
- C. Ciri-ciri novel
Ciri-ciri Angkatan Balai Pustaka (20-an)
- Menggambarkan tema pertentangan paham antara kaum tua dan kaum muda, soal pertentangan adat, soal kawin paksa, permaduan, dan lain-lain.
- Soal kebangsaan belum mengemuka, masih bersifat kedaerahan
- Gaya bahasanya masih menggunakan perumpamaan yang klise, pepatah, peribahasa, tapi menggunakan bahasa percakapan sehari-hari lain dengan bahasa hikayat sastra lama.
- Puisinya berupa syair dan pantun
- Isi karya sastranya bersifat didaktis
- Alirannya bercorak romantik
Ciri-ciri Angkatan Pujangga Baru (30-an)
1.Menggambarkan pertentangan kehidupan orang-orang kota, soal emansipasi wanita
2.Hasil karyanya mulai bercorak kebangsaan; memuat soal kebangunan bangsa
3.Gaya bahasanya sudah tidak menggunakan perumpamaan klise, pepatah, peribahasa
4.Puisinya bukan pantun lagi, muncul bentuk soneta dari Barat
5.Isinya masih mirip dengan Angkatan 20-an (tendensius dan didaktis)
6. Masih bercorak romantik
Contoh roman pada angkatan 30 an, yaitu :
- Belenggu Hulubalang Raja (Nur Sutan Iskandar, 1934),
- Katak Hendak Menjadi Lembu (Nur Sutan Iskandar, 1935),
- Kehilangan Mestika (Hamidah, 1935),
- Ni Rawit (I Gusti Nyoman, 1935),
- Sukreni Gadis Bali (Panji Tisna, 1935),
- Di Bawah Lindungan Kabah (Hamka, 1936), I Swasta Setahun di Bendahulu (I Gusti Nyoman dan Panji Tisna, 1938),
- Andang Teruna (Soetomo Djauhar Arifin, 1941),
- Pahlawan Minahasa (M.R.Dajoh, 1941).
Langkah-langakah Dalam Membaca Novel
- Bacalah “blurbs” pada sampul dalam dan di luar buku apa pun untuk membiasakan diri dengan subjek dan penulis novel.
- Sekilas melalui daftar isi untuk menentukan berapa banyak bab ada dan berapa lama masing-masing akan, terutama jika Anda membaca untuk kelas.
- Tulis daftar semua karakter seperti yang muncul dalam cerita sejak karakter yang relatif tidak penting sering muncul lagi di akhir buku ini. Anda dapat melakukan ini pada cover bagian dalam buku atau pada kartu kecil Anda gunakan sebagai penunjuk.
- Baca dengan stabilo atau pena di tangan, menandai sangat menarik, penting atau mengulangi poin.
- Mencari titik di mana narator membuat semacam evaluasi atau penilaian tentang karakter. Sangat penting untuk dicatat yang “sisi” adalah narator pada – tidak mungkin sisi yang akan Anda ambil.
- Perhatikan dialog: karakter mengungkapkan banyak hal tentang diri mereka sendiri dalam percakapan mereka dengan orang lain.
- Membuat catatan tentang apa yang benar-benar melakukan karakter dibandingkan dengan apa yang mereka katakan. Mereka mungkin mengungkapkan kejahatan mereka atau kebajikan melalui tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan kata-kata mereka.
Mengidentifikasi kebiasaan, adat
l Cuplikan Novel Layar Terkembang Tuti terus mengetik lagi. Beberapa lamanya berdetik-detik dan berderes-deres mesin tulis kena tangannya yang halus. Tetapi, tiba-tiba ia terhenti pula dan tangannya dibenamkannya ke dalam rambutnya selaku orang putus asa. Berderes dilihatnya kertas pada mesin tulis itu dan dikerumuk kannya ke dalam keranjang sampah di bawah meja tulisnya. Ia tidak dapat menahan dirinya lagi.
l Cuplikan novel Siti Nurbaya Pada suatu hari walaupun tidak disetujui Alimah, Siti Nurbaya membeli kue yang dijajakan oleh Pendekar Empat, kaki tangan Datuk Maringgih. Kue yang sengaja disediakan khusus untuk Siti Nurbaya itu telah diisi racun. Setelah penjaja kue itu pergi, Siti Nurbaya makan kue yang baru saja dibelinya. Setelah makan kue itu terasa oleh Siti Nurbaya kepalanya pening. Tak lama kemudian Siti Nurbaya meninggal secara mendadak itu, terkejutlah ibu Syamsul Bahri, yang pada waktu itu sedang menderita sakit keras, sehingga menyebabkan kematiannya.
Membandingkan karakteristik novel angkatan 20-30 an
Agar kita dapat menangkap nilai-nilai dalam karya sastra yaitu kita harus membacanya secara intensif dan membaca novel Layar Terkembang dan Siti Nurbaya
a. Bentuklah kelompok diskusi yang beranggotakan 3—4 orang!
b. Usahakan setiap kelompok terdapat anggota pria dan wanita!
c. Ungkapkanlah sifat/watak tokoh-tokoh dalam cuplikan cerita tersebut dan berikan ulasan!
d. Tukarkanlah hasil kerja kelompokmu dengan kelompok lain yang terdekat dan mintalah komentar tentang hasil kerja kelompokmu!
e. Tentukanlah wakil kelompokmu untuk membacakan hasil kerja kelompokmu di depan kelas!
f. Bacakanlah hasil kerja kelompokmu di depan kelas!
g. Pajanglah hasil kerja kelompokmu di tempat yang telah disediakan!
h. Bacalah hasil kerja kelompok-kelompok lain secara silang dan berikan komentarmu terhadap hasil kerja kelompok tersebut!